Menimbang Kelayakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api

Lain Lain

Written by:

Saat ini, stadion tidak hanya masalah fasilitas untuk menyelenggarakan acara olahraga yang nyaman dan aman, tetapi juga menjadi tonggak atau ikon di kota atau wilayah. Kita dapat melihat keindahan Laut Api Bandung (GBLA) di sisi jalan Cileunyi-Padalarang (sekitar KM 149-151), serta penggunaan transportasi udara saat lepas landas atau mendarat di Husein Sastranegara bandara, Bandung, Sudah tiga tahun dan sebulan sejak GBLA didirikan di Kabupaten Gedebage, Kota Bandung, provinsi Jawa Barat. Menurut sumber bola288, 9 Mei 2013, adalah hari pembukaan GBLA (soft launch). Kami tidak menyebut stadion ini “kedudukan kuat” karena dalam kenyataannya sebagian besar kehancuran fisik stadion adalah, jadi perbaikan harus dilakukan untuk perbaikan.

Tidak ada yang tahu pasti, sejumlah uang (menurut laporan resmi dari dewan kota Bandung) telah menghabiskan 545 miliar rupiah untuk pembangunan stadion ini sejak pondasi batu diletakkan pada Oktober 2009. Sebagai perbandingan: bekas stadion rumah Persib di Kabupaten Soreang, Kabupaten Bandung, yaitu Starling Harupat (SJH), didirikan pada tahun 2003 (dibuka pada tahun 2005) dengan hampir satu GBLA kedelapan, atau sekitar 67,5 miliar rupiah, menurut laporan resmi dari pemerintah Kabupaten Bandung. Apakah uang sebanyak itu dihabiskan untuk semuanya digunakan sebagai pembangunan stadion GBLA yang indah (artinya tidak ada uang yang disalahgunakan), tetapi setelah selesai, tampaknya masih perlu untuk memperbaiki sana-sini.

Berdasarkan hasil kontrol sebelumnya, ada lebih dari 50 jenis kerusakan stadion. Tapi apa pun yang terjadi, keputusannya bulat, tim Bandung Persib dapat menggunakan stadion yang dikenal sebagai GBLA, Balati atau BALAP, ini untuk minggu ketujuh Indonesia Football Championship (ISC) 2016. Sebuah pertandingan pada Sabtu (6) / 18) melawan mamalia Mitra Kutai malam ini. Keamanan didapat setelah kompetisi Persib (panel) Persib bertemu dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil di Aula Kota Bandung, Senin (13/6) malam. Manajer Persib, Umuh Muchtar, mengatakan bahwa masalah perizinan tersebut disertai dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi, seperti membatasi jumlah penonton (karena bagian dari pekerjaan renovasi di stan masih berlangsung) dan penjualan tiket. Menurut Umuh, tiket tidak dijual di stadion dan hanya 20 ribu dari total kapasitas GBLA yang dicetak, hingga 38.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *